• Sabtu, 18 September 2021

Pendidikan Dikenai Pajak, Begini Respon Presma Poltek Jember

- Selasa, 6 Juli 2021 | 20:22 WIB
Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Jember, Riski Ardina Putra
Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Jember, Riski Ardina Putra

KABAR RAKYAT, Jember - Rencana yang tertuang dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyatakan bahwa jasa pendidikan merupakan salah satu sektor yang akan dihapuskan dari jenis jasa yang tidak dikenai PPN. Yang akhirnya kedepan jasa pendidikan akan dikenai pajak.

Menurut Presiden Mahasiswa Jember">Politeknik Negeri Jember, Riski Ardina Putra, hal ini akan lebih berdampak pada keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca Juga: Perjalanan Mbah Kholil Bangkalan dan Pengembaraan Menuntut Ilmu Agama Islam

"Masyarakat menengah kebawah akan semakin terhimpit jika (wacana) itu benar-benar diterpakan", ujarnya, Selasa (6/07/21).

Imbuh Mahasiswa berjas biru itu, jika dilihat dari skala yang luas dengan ditetapkannya pajak ini ada yang di prioritaskan, namun sektor pendidikan akan tersudutkan.

Bidasnya "Padahal seharusnya sektor pendidikan lebih di prioritaskan Karena merupakan salah satu cita-cita Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945".

Baca Juga: Dukung PPKM Darurat,DPRD Banyuwangi Sementara Tunda Agenda Kerja dan Kegiatan Dewan.

Mencerdaskan kehidupan bangsa, artinya dengan mengorbankan sektor pendidikan berarti sama dengan mencederai tujuan bangsa sendiri, tegasnya.

Mahasiswa asal Paluagung Kendalrejo Tegaldlimo Banyuwangi yang sekaligus tergabung dalam Forum Mahasiswa Kendalrejo itu meneguhkan, "Ketika draft revisi seperti ini di sahkan, jelas biaya pendidikan akan semakin mahal, karena beban pajak dibebankan langsung kepada masyarakat".

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemesanan Buku 100 ATI Tembus 12.000 Copy

Jumat, 13 Agustus 2021 | 09:57 WIB

Bupati Hendy Bantah Lakukan KKN

Selasa, 13 Juli 2021 | 20:34 WIB
X