• Senin, 17 Januari 2022

LSAP Banyuwangi Garap Film Indie Kehidupan Rakyat

- Minggu, 7 Maret 2021 | 05:41 WIB
LSAP Film Denny S
LSAP Film Denny S


Denny Sun’anudin: Serius garap potensi lokal. Namun, tak ada atensi pemerintah daerah.


KABAR RAKYAT - Ditangan Denny Sun’anudin, kiprah Lembaga Seni Akting dan Perfilman (LSAP) yang getol mengangkat nama Banyuwangi sebagai pintu gerbang Perfilman Berbasis Kearifan Lokal, semakin konsisten produksi film Indie kehidupan rakyat Banyuwangi.

Pegiat seni akting di LSAP Banyuwangi memilih lebih intens menggali, mengangkat serta menumbuhkan dan kembangkan beragam potensi kearifan lokal ke ranah perfilman. Terlihat uniknya, para pemeran film garapan LSAP selalu berdialog 'Boso Osing' Banyuwangi.

Contohnya, film pendek LSAP terbaru, diluncurkan awal tahun 2021 lalu, “Impian Sang Anak Kampung” bergenre indie edukasi non-komersial, digarap per-episode. Pada episode perdana, cerita kehidupan seputar kisah “Korban Kejamnya Rentenir” yang terinspirasi dari fenomena sosial di masyarakat.

“Pada episode perdana, kami angkat peristiwa yang lagi marak terjadi di masyarakat Banyuwangi. Ceritanya adanya keluarga miskin yang terjerat uang pinjaman dari rentenir dengan bunga tinggi. Karena dalam batas tertentu tak mampu membayar hutang beserta bunganya, sang rentenir akhirnya menyita rumahnya. Si miskin lalu diusir keluar begitu saja,” tandas pendiri LSAP Banyuwangi ini.

-
Cover Film “Impian Sang Anak Kampung” Episode Perdana dalam kisah “Korban Kejamnya Rentenir”

Diakuinya, LSAP Banyuwangi berkonsentrasi mencetak calon-calon talenta di dunia seni peran. Sehingga pihaknya lebih memberikan kesempatan pada putra putri daerah Banyuwangi yang mempunyai bakat dan minat untuk didik dan dibina secara berkelanjutan tentang teknik reading dan aktingnya.

Jika sudah dipandang mampu, baru diikutsertakan dalam penggarapan film yang diprodksi LSAP Banyuwangi.



“Selama memproduksi film sejak tahun 2016 lalu, dalam hal pembiayaannya kami secara swadaya mandiri. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pemda Banyuwangi. Bahkan tidak ada sumbangsih dari Pemda walau itu hanya sepeserpun. Tidak ada itu,” tegas Denny yang juga dikenal berprofesi pengacara ini.

Pihaknya juga amat menyayangkan, karena selama ini pihak pemerimtah daerah tidak pernah memberikan atensi terhadap keberadaan dunia perfilman daerah Banyuwangi.

Padahal keberagaman seni budaya daerah dan wisatanya sangat layak serta eksotik di promosikan melalui film kearifan lokal.

“Film itu merupakan media yang paling efektif untuk menyampaikan sekaligus mempromosikan segala sesuatu, termasuk di antaranya seni budaya daerah serta objek-objek wisatanya. Anehnya hal itu tak pernah dilakukan, justru selama ini lebih memuliakan orang-orang dari ibu kota dari pada memfungsikan SDM di Banyuwangi,” ungkap pemeran Pak Agus di FTV “Kusapa Cinta dan Matahari Dari Jawa” itu sembari geleng-geleng kepala.

Disinggung soal penayangan film-film hasil produksinya, Denny menjelaskan semuanya diunggah ke Youtube LSAP Banyuwangi Channel.

Alasannya, di Channel Youtube dapat dilihat oleh siapapun secara luas sesuai luang waktunya tanpa harus ada pembatasannya.

“Dan teman-teman pengelola TV lokal berlangganan di Banyuwangi, alhamdulillah juga mengapresiasi dan memutarnya di channel TV-nya masing-masing secara berkala,” pungkasnya.***

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Pemesanan Buku 100 ATI Tembus 12.000 Copy

Jumat, 13 Agustus 2021 | 09:57 WIB

Bupati Hendy Bantah Lakukan KKN

Selasa, 13 Juli 2021 | 20:34 WIB
X