• Senin, 25 Oktober 2021

Pemuda Pasirian Lumajang, 'Berfikir Merdeka dan Kritis Dalam Mengisi Kemerdekaan HUT RI ke-76’

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 13:12 WIB
 Nadhif Nur Rahmansyah / koleksi pribadi
Nadhif Nur Rahmansyah / koleksi pribadi

Oleh: Nadhif Nur Rahmansyah*

KABAR RAKYAT, EMBONGAN - Apa sih yang harus generasi milenial lakukal dalam menyongsong HUT RI ke 76? Yang harus di lakukan adalah mempertahankan kemerdekaan dan mengisis kemerdekaan dengan hal yang positif. Jika kita sebagai pemuda, maka kita harus bener bener merdeka. Bukan merdeka dari penjajahan negara seperti jaman dahulu nenek moyang kita. Akan tetapi, merdeka dalam artian bebas dari penjajahan kekinian yang dapat merusak metalitas dan moral bangsa. Sebagai pemuda yang terdidik kita juga harus terbebas dri kebodohan. Sebab untuk mengisi kemerdekaan, kita harus menjiwai semangat belajar demi terciptanya Indonesia yang lebih baik dan makmur dimasa depan nanti. Sebagai generasi penerus, sebagai seorang pemuda kita juga harus terbebas dari pemikiran ekstrim yang dapat memecah belah bangsa. mengingat semangat perjuangan kemerdekaan dahulu itu disemngati oleh semangat persatuan dari sabang sampai merauke dari berbagai latar belakang. Inilah kemudian dalam menangkal pemikiran yang radikal kita harus belajar dengan benar dan menggali segala informasi dari sumbernya supaya tidak terjadi kesalah tafsiran dan pemahaman akan suatu ajaran atau pemikiran. Melihat amanat konsitusi, kita selaku warga negara Indonesia terus menjaga marwah persatuan dan kesatuan supaya dapat bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.

Kawan !!! Merdeka bagi kita yang hidup dizaman sekarang ini memiliki banyak sekali arti. Merdeka dapat kita maknai sebagai bentuk komitmen kita yang senantiasa terbebas dari penjajahan kekinian. Dalam artian, Penjajahan yang dapat merusak moral bangsa, bebas dari ketidak tahuan, bebas dari ketidak jujur an, bebas dari korupsi, bebas dari radikalisme, dan bebas dari hal yang membelenggu kita dalam hal berbicara dan mengemukakan pendapat. Sebagaimana kita ketahui tentang cita-cita kemerdekaan yang ada pada Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945 alinea 4, dimana dapat kita ketahui bersama bahwa sebagai seorang pemuda tepelajar kita harus memiliki rasa semangat belajar untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang cerdas sehingga pada nantinya pemikiran kita dapat berguna bagi kemajuan bangsa Indonesia di kemudian hari. 

 Apakah merdeka masih bisa kita maknai lagi ? bisa dimana kita maknai sebagai bentuk komitmen kita selaku kader muda harapan bangsa yang dapat memberikan perubahan yang lebih baik dan dapat menyelesaikan permasalahan bangsa yang menghambat kemajuan bangsa dimasa yang akan datang. Tentunya sebagai bentuk aksi nyata kita terhdap cita-cita kita bersama dalam memajukan kesejahteraan umum bagi warga negara Indoensia. Sebagai pemuda yang lahir di negara ini tentunya kita harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air kita. Maka dari itu, kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan tentunya dengan cara menjaga perdamaian dengan tidak berbuat hal yang dapat memecah belah bangsa dan yang menimbulkan konflik horizontal antar warga negara. Dari sini hal yang paling muda kita lakukan adalah dengan cara menghormati orang lain dengan tidak mendeskrimiinasikan orang yang berbeda dengan kita, berbeda suku, agama, ras, dan antar golongan. Memang tak mudah untuk mewujudkan itu semua namun bila dilakukan bersama sama sebagai bentuk kesadaran, tentu hal tersebut bukanlah suatu yangg mustahil untuk dilakukan.

Baca Juga: Deden Buronan Kriminal Pembunuhan Kabur ke Gunung Salak BogorBaca Juga: Viral, Pemuda Mabuk Serang Anggota TNI di Semenep saat Razia PPKM

Baca Juga: Viral, Pemuda Mabuk Serang Anggota TNI di Semenep saat Razia PPKM

Baca Juga: Marak Postingan Twibbon Kemerdekaan RI, Begini Kata Mahasiswa UNEJ

Baca Juga: Gubernur Khofifah Sematkan Satyalancana Karya Satya kepada Pengabdian ASN Pemprov Jatim

Lebih lanjut, dalam mengisi kemerdekaaan perlu juga berbicara soal radikalisme bebas. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menagkal pemikiran-pemikiran radikal bebas ini seperti membiasakan diri untuk selalu berpikir kritis dan belajar segala sesuatu pada sumbernya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami suatu pemikiran atau ajaran. Jika kita belajar ilmu agama kita harus merujuk pada ulama yang kompeten dibidangnya dan tidak diragukan keilmuanya seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hambali. Jangan sampai kita ikut-ikutan masuk kedalam perangkap sesuatu paham yang dibaluti dengan ajaran agama yg sifatnya merusak kesucian ajaran islam itu sendiri. Misalkan dengan disusupkanya dotkrin terorisme yang dapat membuat kegaduhan di masyarakat. Jika kita sebagai seorang muslim maka kita harus belajar tntang keilmuan islam dengan sebaik baiknya yang selalu merujuk kepada Al-quran dan Al-hadist sebagai pegangan dalam berislam dengan tetap merujuk pada empat madzab diatas. Sebab banyak penafsiran al quran dan hadits yang ternyata bukanlah penafsiran, melainkan hanya melihat tejemahan. Apalagi di era digital seperti saat ini sangat mudah kita terjangkit pemikiran radikal yang didukung dengan mudahnya akses secara bebas, maka dari itu kita harus mulai membentengi diri sndiri dengan pemikiran yang kritis terhadap suatu hal yang baru kita ketahui atau pelajari.

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alhamdulillah, Ada Orang Protes

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Berjalan Satu Langkah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:27 WIB

Prepare Maulid Nabi

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 22:29 WIB

Pancasila Falsafah Pemersatu Bangsa

Jumat, 1 Oktober 2021 | 17:58 WIB

Senyummu Lambang Surgamu

Rabu, 15 September 2021 | 14:00 WIB

Dari Gula Menuju Manis

Senin, 6 September 2021 | 19:09 WIB

Podium Hebat

Minggu, 5 September 2021 | 00:31 WIB

Deadline Day, Bagian Lain Dari Kepanikan Di Sepakbola

Jumat, 3 September 2021 | 06:29 WIB

Menerawang Calon Juara Si Kuping Besar

Senin, 30 Agustus 2021 | 23:10 WIB

Teruslah Menjadi Robot

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 22:27 WIB

Merayakan Kembalinya Sang Mantan

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 21:05 WIB
X