• Jumat, 17 September 2021

Gelanggang Olimpiade dan Menata Kiblat Olahraga

- Jumat, 30 Juli 2021 | 06:26 WIB

Oleh : Sastra Dinata

Ajang olahraga terbesar di dunia yang bertajuk Olimpiade 2020 saat ini sedang berlangsung sejak resmi dibuka pada 24 Juli yang lalu. Ajang olahraga yang mempertemukan ratusan negara di berbagai belahan dunia tersebut pada tahun ini dilaksanakan di Tokyo, Jepang.

Olimpiade musim panas yang senyatanya akan dilangsungkan di tahun 2020, namun akibat pandemi Covid-19 terpaksa harus diundur tahun ini. Setidaknya dalam gelaran olimpiade tahun ini terdapat 339 nomor dari 46 cabang olahraga dengan 5 cabang baru yang mulai dipertandingkan. Serta diikuti 11 ribu lebih alet dari 205 negara.

Indonesia sebagai negara anggota Komite Olimpiade Internasional pun tidak ketinggalan  mengambil bagian dari penyelenggaraan olimpiade tahun ini. Sejak partisipasi pertama nya dalam Olimpiade Helsinki, Finlandia tahun 1952, Indonesia rutin berpartisipasi terkecuali pada Olimpiade edisi 1964 dan edisi 1980 akibat sikap boikot sehubungan dengan perang Uni Sovier dan Afghanistan.

Terhitung sampai pada gelaran Olimpiade 2016, Indonesia telah mengumpulkan 27 medali dengan rincian 6 emas, 10 perak dan 11 perunggu. Jumlah rengkuhan medali tersebut sekilas memang tidak sebanding dengan rentan waktu keikutsertaan Indonesia di Olimpiade semenjak tahun 1952. Sesuatu hal yang amat kontras dan perlu untuk dipertanyakan kembali, sejauh mana Indonesia mampu berbicara banyak di ajang kompetisi olahraga sekelas Olimpiade ?

Prestasi Indonesia yang dianggap begitu-begitu saja memang dapat dikatakan masih jauh untuk dapat bersaing dengan negara-negara kuat dalam hal olahraga. Katakanlah pada edisi Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Indonesia hanya mampu mendulang 1 emas dan 2 perak dari 2 cabang olahraga yakni bulutangkis dan angkat besi serta harus puas berada pada peringkat 46.

Sementara itu pada Olimpiade Tokyo tahun ini, Indonesia memberangkatkan 28 atlet terbaiknya yang tersebar di 8 cabang olahraga. Sebaran tersebut jika ditelisik masih didominasi pada cabang olahraga yang lazim sering diikuti pada Olimpiade sebelumnya. Cabang olahraga seperti bulutangkis, angkat besi, panahan, dan menembak menjadi cabang olahraga andalan Indonesia disetiap gelaran Olimpiade.

Hasilnya memang harus diakui sedikit banyak membantu Indonesia untuk mendulang medali. Namun, hal tersebut bukan dijadikan satu alasan bahwa prestasi Indonesia hanya cukup sampai disitu. Karena jika itu demikian, maka sangat mungkin Indonesia akan semakin tertinggal dari negara lain, semisal Amerika Serikat, Russia, Jepang, China dan lain sebagainya yang telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang syarat akan prestasi di bidang olahraga.

Prestasi yang dianggap datar tersebut sangat mungkin memang terjadi berangkat beberapa faktor. Pertama, pengelolaan sistem keolahragaan kita masih belum jelas. Sebut saja banyaknya lembaga-lembaga yang menangani olahraga di Indonesia sangat amat membingungkan. Bahkan sangat mungkin masyarakat sulit akan membedakan mana wilayah kerja dari Kemenpora, KONI, KOI, ataupun BOPI. Belum lagi induk organisasi di tiap cabang olahraganya macam PSSI, PBVSI, dan macam lainnya. Pun dalam pengelolaan kompetisi, Indonesia belum mampu membentuk format kompetisi yang berjenjang, rutin dan berkelanjutan di tiap cabang olahraganya. Kedua, Pendanaan yang amat minim. Selama ini pendanaan semacam ini layak untuk menjadi faktor gagalnya Indonesia untuk berpestasi setingkat Olimpiade. Padahal pendanaan yang dimaksud dalam rangka membangun sarana-pra sarana, pembinaan atlet hingga kesejahteraan atlet.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Senyummu Lambang Surgamu

Rabu, 15 September 2021 | 14:00 WIB

Dari Gula Menuju Manis

Senin, 6 September 2021 | 19:09 WIB

Podium Hebat

Minggu, 5 September 2021 | 00:31 WIB

Deadline Day, Bagian Lain Dari Kepanikan Di Sepakbola

Jumat, 3 September 2021 | 06:29 WIB

Menerawang Calon Juara Si Kuping Besar

Senin, 30 Agustus 2021 | 23:10 WIB

Teruslah Menjadi Robot

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 22:27 WIB

Merayakan Kembalinya Sang Mantan

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 21:05 WIB

Tenang, Aku Lebih Tahu

Minggu, 15 Agustus 2021 | 08:24 WIB

Ketika Abramovich Berikhtiar dan Bermuhasabah

Jumat, 13 Agustus 2021 | 17:49 WIB
X