• Kamis, 2 Desember 2021

Empat Pandangan Jokowi Terkait  SDGs, Disampain pada Pemimpin Dunia Anggota ECOSOC, ‘Begini Katanya'

- Kamis, 15 Juli 2021 | 04:45 WIB
Presiden Jokowi (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

"Menghadapi Pandemi COVID-19  Kemitraan Global Harus Diperkuat"

KABAR RAKYAT, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) singgung permasalah pandemi COVID-19 melanda dunia menimbulkan dampak target capaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) pada tahun 2030 sulit untuk dicapai.

Saat ini, capaian kemajuan Indonesia, terut tersapu pandemi COVID-19 yang tidak kunjung usai. Dalam situasi seperti ini, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pentingnya kerja sama dan solidaritas antar negara harus terus diperkuat dan inovasi harus ditingkatkan.

Pernyataan Presiden Jokowi, disampaikan para pemimpin dunia anggota Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB atau ECOSOC, yang berlangsung virtual, (13/7).  Saat ini di dunia sedikitnya 255 juta orang kehilangan pekerjaan, 110 juta orang kembali ke jurang kemiskinan, dan 83-132 juta orang terancam kelaparan dan mengalami malnutrisi.

Baca Juga: Jatim Kejar Target Wujudkan Herd Imunity jelang HUT RI Ke-76

“Oleh karena itu, saya ingin sampaikan beberapa pemikiran. Pertama, kita harus membuat dunia untuk segera pulih dari pandemi. Vaksin adalah harapan untuk mempercepat dunia keluar dari krisis kesehatan ini,” ujar Jokowi, memberi pandangan terkait SDGs.

Presiden Jokowi menekankan agar akses yang adil dan merata terhadap vaksin harus dijamin. Namun, hingga saat ini kesenjangan akses vaksin masih sangat lebar. Untuk itu, Indonesia mendorong agar kesetaraan akses vaksin bagi seluruh negara segera direalisasikan, termasuk melalui mekanisme berbagi dosis lewat COVAX Facility.

“Pemenuhan kebutuhan pendanaan vaksin multilateral, peningkatan produksi vaksin global termasuk melalui TRIPS Waiver, penguatan global supply chain vaksin termasuk menghilangkan hambatan ekspor dan hambatan bahan baku vaksin, dan peningkatan diversifikasi dan volume produksi vaksin termasuk di negara berkembang,” jelasnya.

Baca Juga: Petugas PPKM Darurat Tutup Pasar di Rogajampi, Pedagang Hewan Kurban Gigit Jari

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X