• Selasa, 7 Desember 2021

BMKG Sebut 9 Kecamatan di Pesisir Sukabumi Berpotensi akan Disapu Tsunami 20 Meter

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 10:18 WIB
Ilustrasi Bencana tsunami  (Kellepics/Pixabay)
Ilustrasi Bencana tsunami (Kellepics/Pixabay)

KABAR RAKYAT, Sukabumi - Prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika atau BMKG melalui Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Dr Daryono menyebut pesisir pantai Sukabumi akan dihantam gelombang tsunami dari Megathrust Selatan Selat Sunda dalam 20 menit.

Pesisir Selatan Sukabumi seluruhnya terdampak dari potensi tsunami megathrust. Ada 9 kecamatan yang berada di pesisir pantai selatan Sukabumi mulai dari Cisolok hingga Tegalbuleud.

Dalam tulisan yang diposting melalui media sosial, Kams (26/8/21), terkait terkait potensi tsunami megathrust ini.

"Tsunami di Selat Sunda dapat dipicu oleh erupsi gunungapi dan gempa tektonik yang bersumber di zona megathrust," tulis Daryono, di kutip Kabarrakyat.id, Sabtu (28/8/21).

Baca Juga: Perhutani, Kepala ADM KPH Banyuwangi Klarifikasi Kawasan Hutan Negara Daerah Kutorejo

Daryono membahas dampak tsunami tersebut pada pantai-pantai di Jakarta. Posting gambar lain hasil kajian dan penelitian BMKG yang memperlihatkan jika pemodelan tsunami Selat Sunda akibat gempa magnitudo 8,7 itu terjadi, dampaknya tidak hanya Jakarta.

Bahkan pesisir selatan Banten dan Jawa dan barat Sumatera akan lebih terdampak. Pada peta pemodelan tsunami megathrust yang mengambil data dari BATNAS dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan ASRI tersebut, dijelaskan detail waktu dan waktu dan ketinggian tsunami di seluruh wilayah terdampak.

Untuk wilayah pesisir Sukabumi ombak dengan ketinggian rata-rata 3 hingga 20 meter. Gelombang tsunami mencapai teluk Palabuhanratu, yang meliputi wilayah Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu hingga Simpenan dalam 20 menit.

Baca Juga: Legalisasi Korupsi Melalui SK, Apakah Termasuk Kepastian Hukum? dan Dapat Dibenarkan Hukum?

Ketinggian ombak di pantai mencapai 3 hingga 20 meter, Kecamatan Palabuhanratu menjadi titik terparah karena berada di teluk.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: BMKG

Tags

Terkini

X