SAR Orang Hilang ABK Bintang Sonar ‘Terkecoh' Temukan 1 Jenasah Dikawasan Angker

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 03:02 WIB
MAYAT Mr. X. SAR orang hilang 4 ABK Kapal Bintang Sonar menemukan jenasah. Saat di tandu (ft. Istimewa/Basarnas)
MAYAT Mr. X. SAR orang hilang 4 ABK Kapal Bintang Sonar menemukan jenasah. Saat di tandu (ft. Istimewa/Basarnas)

“Temuan jenasah bukan ABK Kapal, melainkan orang lain yang tidak dikenal identitasnya”

KABAR RAKYAT, Banyuwangi - Pencarian orang hilang ABK Kapal Bintang Sonar oleh SAR gabungan Basarnas, Satpolairud dan anggota Lanal menemukan jenasah laki-laki tak dikenal identitasnya.

Awalnya tim pencarian orang hilang jenasah menduga ABK  Kapal Motor (KM) Bintang Sonar yang tenggelam, ternyata hasil visum luar dari empat keluarga ABK memastikan jenasah itu bukan anggora keluarganya.

Temuan jenasah itu, identias orang hilang Mr. X alias tak dikenal. "Hasil visum luar jenasah (orang hilang) dari keterangan 4 keluarga bukan ABK Bintang Sonar," jelas Kompol Jeni Al Jauza, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kamis (6/8/2021).

Diketahui, 4 orang hilang ABK Bintang Sonar asal Muncar yang tenggelam dalam pencarian hari ke lima belum ditemukan SAR. Sedangkan 6 orang ABK berhasil berjuang capai daratan saat kapal  dihantam ombak tinggi.

Telah diberitakan, KM Bintang Sonar pada, Senin Minggu tanggal 1 Agustus sekira jam 13.00 Wib H. Matsudi berangkat dari pelabuhan Muncar. Selanjutnya, 2 Agustus pukul 04.14 wib, pulang melaut.

Cuaca ekstrim dilaut terjadi, saat kapal melintasi perairan Batu Dua, Tanjung Bantengan kapal dihantam gelombang, hujan dan angin kencang. Seluruh ABK 10 orang, 6 orang selamat, satu ditemukan meninggal dunia. Sisanya 3 orang masih pencarian.

Berikut identitas 4 ABK KM Bintang Sonar kesemuanya warga Kedungrejo Muncar; Pak Dul (40), Herman (37), Al (35), dan Habidi (47).

Sekedar tahu, berdasar rumor dari masyarakat sekitar, bahwa lokasi ditemukan jenasah laki-laki tidak dikenali itu, merupakan kawasan yang terkenal angker miliki fenomena alam dunia lain yang jarang-jarang orang berani masuk. Kawasan itu, dalam pengelolaan, konservasi Balai Taman Nasional Alas Purwo (BTNAP).***

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X