• Kamis, 23 September 2021

BPOM Pusat Sita 11 Item Produk Jamu Tradisional UMKM di Banyuwangi

- Senin, 2 Agustus 2021 | 17:17 WIB
Rilis BPOM RI di Polresta Banyuwangi (2/8) (Ft. Istimewa)
Rilis BPOM RI di Polresta Banyuwangi (2/8) (Ft. Istimewa)

KABAR RAKYAT, Banyuwangi - Balai Pengawasan Obat dan Makan (BPOM ) RI sita belasan item produk jamu kelas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diduga belum kantongi ijin edar.

Sedikitnya 11 item yang diamankan petugas BPOM dalam penindakan (penyegelan dan penyitaan) barang-barang produksi jamu tradisional diduga ilegal. Yakni di Kecamatan Muncar dan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam rilis di Mapolresta Banyuwangi, hari, Senin (2/8/2021) pagu.

BPOM Pusat melalui Direktur Cyber Obat dan Makanan, Nuriskandar Syah mengatàkan, "tim BPOM menyita produk jamu di beberapa tempat; pertama, di Desa Tapanrejo Muncar, kedua, Dusun Sumberagung dan Dusun Roto Desa Rejoagung Kecamatan Srono, Banyuwangi.

" Ada beberapa sarana tempat yang kita amankan," kata Nuris Iskandar Syah di Mapolresta Banyuwangi, 2/8/2021).

Dari tempat itu, telah diamankan barang-barang diduga bagian dari jamu tradisional, antara lain bahan mentah jamu, botol, mesin sebanyak 7 truk.

Menurut Nuris, penyitaan itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan sinergi lintas sektoral dalam pengungkapan bersama BPOM Jember, BPOM Surabaya.

Terkait temuan ini, lanjut Nuriskandar, menjelaskan diduga produk jamu tersebut tidak memiliki ijin edar. Saat ini dalam penyelidikan.

Produsen jamu di Banyuwangi ini, tegasnya, diduga melanggar; Undang Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 pasal 187 dan 106 ayat 1 dengan ancaman penjara 15 tahun atau denda1,5 miliar.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PeduliLindungi Tak Dibutuhkan Jika 3T Indonesia Kuat

Kamis, 23 September 2021 | 06:57 WIB

Kepolisian di Banyuwangi Razia Tambang Pasir Illegal

Kamis, 16 September 2021 | 05:24 WIB
X