• Kamis, 23 September 2021

Sisi Lain Dibalik BPOM Berhasil Ungkap Jamu Ilegal di Banyuwangi, Kadus Imron ‘Was-Was’

- Senin, 2 Agustus 2021 | 13:25 WIB
Petugas BPOM RI didampingi Kepolisian datangi TKP jamu diduga illegal
Petugas BPOM RI didampingi Kepolisian datangi TKP jamu diduga illegal

KABAR RAKYAT, Banyuwangi – Cerita Sisi lain, dibalik keberhasilan mengungkap jamu tradisional diduga ilegal di Banyuwangi oleh BPOM RI, yang sempat hebohkan dunia usaha perjamuan tradisional, beberapa pekan ini.

Mulai penggerebekan, penyegelan, kehebohan beberapa orang penjagaan 'ngaku-ngaku' suruhan petugas, hingga penyitaan barang ditempat produksi dan gudang jamu, berlokasi di Dusun Sumberagung Desa Rejoagung Kecamatan Srono, Banyuwangi.  

Kabar Rakyat yang intens memantau perkembangan awal ungkap hingga terakhir, BPOM RI melalui UPLP Balai Besar POM Jawa Timur bersama pendampingan Tim Kepolisian masing-masing dari Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Polresta Banyuwangi, Minggu (1/8), dilakukan tindak penyitaan aset atau barang-barang jamu tradisional illegal di dua bangunan lokasi berbeda.

Petugas penyitaan, meminta pendampingan Kepala Dusun Sumberagung, Imron Hari Caksono dilokasi penyitaan barang bukti jamu. Namun usai penyitaan, berkeluh kesah kepada sejumlah wartawan, menolak dijadikan penguasa barang  komoditi nama  bahan baku jamu sitaan oleh petugas BPOM RI. Senin (1/8/2021). Kemarin.

Baca Juga: Pegiat BCW untuk Transparansi Adukan Gratifikasi Reklamasi Pantai 'Watu Dodol' di Kepolisian

Baca Juga: Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo Launching Gerakan Vaksinasi Merdeka

Kepala Dusun Sumberagung saat keluh kesah,  Imron Hari Caksono menyampaikan, “tadi saya melihat surat dari BPOM RI di jadikan sebagai penguasa  barang bukti bahan baku jamu sitaan, saya  sempat bertanya kepada petugas BPOM RI tersebut. Saya ini hanya Kadus atau pemangku wilayah Dusun Sumberagung dan bukan pemilik barang bukti jamu tradisional”.

Barang bukti kardus karton bertulis Jamu Akar Daun

Menurut Kadus Imron,”sebagian isi surat dari BPOM RI, beberapa lebar surat sudah saya tandatangani dan sebagian lainnya tidak saya tandangani. Sebeb isi surat BPOM RI, tertulis seolah saya jadi penguasa barang bukti bahan baku jamu hasil  sitaan itu, saya tidak mau tanda tangan,"tuturnya.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PeduliLindungi Tak Dibutuhkan Jika 3T Indonesia Kuat

Kamis, 23 September 2021 | 06:57 WIB

Kepolisian di Banyuwangi Razia Tambang Pasir Illegal

Kamis, 16 September 2021 | 05:24 WIB
X