• Kamis, 23 September 2021

Berani Jujur, Transparency International Indonesia Gelar Pelatihan PBJ ‘Ladang Korup Tertinggi’

- Rabu, 28 Juli 2021 | 00:21 WIB
Pelatihan PBJ Transparacy International Indoesia zoom (ft. istimewa/Kava)
Pelatihan PBJ Transparacy International Indoesia zoom (ft. istimewa/Kava)

KABAR RAKYAT, Jember - Semakin marak dan berkembangnya kasus korupsi, lembaga Transparency International Indonesia (TII) Gelar pelatihan Pengadaan Barang & Jasa (PBJ) secara online melalui zoom.

Kegiatan ini bertujuan yang pertama bertujuan memfasilitasi ruang belajar relawan Komite Anak Muda Pemantau PBJ. Kedua, Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman empirik terkait korupsi di sekitar anak muda. Ketiga mengamplifikasi solidaritas kolektif Gerakan Anti Korupsi Anak Muda.

Menurut, Pemateri Perdana di Pelatihan ini, Edita Elda, "Pengadaan Barang/Jasa merupakan ladang korupsi tertinggi kedua setelah kasus suap".

Lebih jelas, jika dilihat pada latarbelakang pelatihan ini, Pelatihan PBJ ini di adakan sebab PBJ adalah aktivitas pemerintah yang dianggap paling rentan terhadap praktik korupsi, dan ini terjadi dimanapun di seluruh dunia.

Hasil penelitian tersebut sedikit banyak juga terkonfirmasi di Indonesia. Meskipun telah diterapkan penggunaan teknologi informasi dalam PBJ, perilaku koruptif nyatanya masih kerap terjadi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menyebutkan, 70 persen kasus tindak pidana korupsi yang ditangani KPK berkaitan dengan sektor pengadaan barang dan jasa. Hasil pemantauan yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap penindakan kasus korupsi yang ditindak oleh aparat penegak hukum sepanjang 2019 menemukan bahwa 64,2% dari 271 kasus korupsi yang ditangani merupakan korupsi PBJ dengan kerugian negara sebesar Rp 957,3 miliar dan suap Rp 91,5 miliar.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ada solidaritas kolektif gerakan antikorupsi anak muda yang diwakili dari tiga daerah, harap Elda di Setiap sesi.

"Ada yang dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Kupang", katanya.

Lihat Pers di Kerangka Acuan, peserta terdiri dari 4 organisasi, yaitu Komite Anak Muda Pemantau PBJ Jember, Aceh dan Kupang, Community Organizers dan observer Migrant Care Jember, Community Organizers dan observer Gerak Aceh, Community Organizers dan observer Bengkel APPeK.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Artikel Terkait

Terkini

PeduliLindungi Tak Dibutuhkan Jika 3T Indonesia Kuat

Kamis, 23 September 2021 | 06:57 WIB

Kepolisian di Banyuwangi Razia Tambang Pasir Illegal

Kamis, 16 September 2021 | 05:24 WIB
X