• Selasa, 3 Agustus 2021

PN Cibadak Putuskan, Si Bopak Terdakwa Bola Sabu 402 Dipidana Mati

- Kamis, 22 Juli 2021 | 16:25 WIB
ilustrasi hukum foto. Pixabay
ilustrasi hukum foto. Pixabay

KABAR RAKYAT, Sukabumi - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibadak akhir memvonis Samsul Bahri alias Bopak, terdakwa kasus bola sabu seberat 402 kilogram.

Bopak yang sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu hanya tertunduk lesu saat Ketua Mejlis Hakim Aslan Ainin mengetukan palu ke meja hijau di peradilan yang digelar secara online tersebut.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Samsul Bahri alias Bopak dengan pidana mati," kata Aslan Ainin didampingi hakim anggota Agustinus dan Lisa Fatmawati dengan panitera pengganti Deni Warsita, Kamis (22/7/21).

Sementara itu, kuasa hukum Bopak, Dedi Setiadi mewakili kantor kuasa hukum Bahari menilai majelis hakim tidak melihat dari sisi kemanusiaan terhadap terdakwa Bopak.

"Jadi mereka itu kita tidak diberikan kesempatan, jadi (hakim) tidak melihat segi kemanusiaannya. Ketika diputus mati itu yang korban jelas keluarga anak-anaknya, dalam kondisi mereka bukan gembong bukan bandar," ujar Dedi.

Dedi mengatakan dalam fakta persidangan, menganggap bahwa kliennya sudah mengetahui posisi barang haram tersebut saat proses pemindahan dari tengah laut ke daratan.

"Dia hanya orang yang disuruh dan itu pun dia tahu itu di tengah laut fakta persidangan itu menganggap bahwa dia sudah tahu dari awal padahal dia tahunya di tengah laut," katanya.

Menurut Dedi, klien itu tidak mengetahuo bahwa bukan tujuan ngambil sabu, oleh kawan-kawannya itu.

"Langkah kita terkait putusan ini tentu akan banding," tegas Dedi.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X