• Sabtu, 4 Desember 2021

YLKI Menolak Vaksinasi Berbayar yang Telah Disetujui Kemenkes

- Senin, 12 Juli 2021 | 14:00 WIB
ilustrasi Covid-19 bws ft. PIXABAY
ilustrasi Covid-19 bws ft. PIXABAY

KABAR RAKYAT, HOTNEWS - Pemberlakuan vaksinasi berbayar yang telah disetujui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tidaklah etis dan harus ditolak. Demikian pernyataan Tulus Abadi selaku ketua pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Saat ini, menurutnya, Indonesia tengah berada pada kondisi pandemi yang mengganas. Oleh karena itu, vaksin berbayar harus ditolak. Bahkan sebagai program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) tidak etis bila berbayar.

Baca Juga: DPR RI Mempertanyakan serta Mendesak Pemerintah Terhadap Kimia Farma yang Menjual Vaksin Covid-19

Lebih lanjut Tulus menerangkan bisa-bisa akan semakin membuat masyarakat malas bahkan enggan untuk melakukan vaksinasi dengan ditetapkannya vaksinasi berbayar bagi individu.

Ketika dihubungi Pikiran-Rakyat.com, Senin, 12 Juli 2021, Tulus mengatakan,
“Kebijakan ini bisa jadi hanya akan makin membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi yang digratiskan saja masih banyak yang malas (tidak mau). Apalagi vaksin berbayar."

Baca Juga: Bupati Bangkalan Memutuskan 4 ASN yang Terbukti Selingkuh Disanksi Tegas

Disamping itu, Tulus juga menyebutkan bahwa vaksinasi berbayar akan membingungkan masyarakat lantaran adanya program vaksin berbayar dan tidak berbayar (gratis).

Pemerintah sendiri menurut Tulus, memiliki komunikasi publik yang sangat jelek terkait penetapan vaksinasi berbayar ini.

Baca Juga: BMKG: Hari Ini Gempa Berskala Magnitudo M4,1 Melanda Palu Sulawesi Tengah, Namun Tak Potensi Tsunami

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X