• Senin, 24 Januari 2022

Viral Mie Gacoan Kota Baru Jogja Digeruduk Ojol Karena Pukul Teman Ojol Mereka , Ayo Budaya Antre

- Minggu, 14 November 2021 | 17:56 WIB
Tangkapan layar Twitter. Perseteruan di Mie Gacoan Kota Baru Jogja berlangung damai.  (Twitter/@sethrash666)
Tangkapan layar Twitter. Perseteruan di Mie Gacoan Kota Baru Jogja berlangung damai. (Twitter/@sethrash666)

KABAR RAKYAT, JOGJAKARTA - Jika melihat video keributan di Mie Gacoan Kota Baru Jogja. Diyakini, budaya antre belum semua memahami. Video keributan di sebuah resto mie yang diduga karena pelayanan, dimana seorang Ojol antre pesanan mie namun diserobot oleh custumer offline, lalu terjadilah baku hantam antara Ojol dan pegawai resto tersebut.

Dampak kurang pahamnya budaya antre. Para Ojol, merasa tidak terima atas perlakuan pegawai resto mie Gacoan Kota Baru Jogja, si Abang Ojol mengajak teman-teman Ojol yang lain untuk geruduk resto tersebut. kejadian ini berlangsung dari siang hingga malam hari.

Dikutip dari Twitter El Satanico @sethrash666, oleh Kabar Rakyat, Minggu 14 November 2021. Kronologi kejadian kericuhan ini berawal dari driver Ojol yang lama antre, tetapi disela customer offline.

"Kronologi versi yang ku dapet: Driver antri, disela customer offline. Orderan driver dicancel. Driver marah, ngak tau awalnya gimana karyawan gacoan berantem sama si driver. Orderan yg sudah jadi dilempar ke driver. Drivernya dikeroyok org dapur. Viral. Gacoan digeruduk Ojol se Jogja," cuit El Satanico, Minggu, 14 November 2021.

Baca Juga: Pertamina Alami Kebakaran di Area Tangki Kilang Cilacap, Masyarakat Sekitar di Evakuasi

Bermula dari peristiwa inilah diduga menjadi pemicu kericuhan antara driver Ojol yang antre dengan karyawan Gacoan, hingga terjadi keributan serta pemukulan terhadap driver Ojol, hingga akhirnya viral dan mengundang aksi spontanitas dari para Ojol se Jogja geruduk mie Gacoan.

Atas terjadinya keributan ini, sejumlah pihak dan netizen menyalahkan management Mie Gacoan yang dinilai kurang siap menghadapi ledakan pembeli, dimana semestinya pihak management lah yang bisa mengatur aplikasi.

"Aku paham kondisine. Iki jelas kesalahan management. Nang cabang liyane nek order wis ra ke-handle aplikasi off. Nek nganti overload berarti sing goblok ncen manager e, soale sing berhak mateni aplikasi mung MANAGER!," sambung El Satanico @sethrash666.

Baca Juga: Arab Saudi Membuka Kembali Layanan Ibadah Umrah Bagi Jamaah Indonesia, Kemenag Pamekasan Bersiap

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X