• Senin, 24 Januari 2022

Bahas Permasalahan Banjir hingga Kelaparan di 2050, Najwa Shihab: Kita Tidak Bisa Memilih Planet

- Minggu, 14 November 2021 | 06:14 WIB
Tangkapan layar YouTube. Najwa Shihab menjelaskan efek banjir hingga kelaparan yang akan terjadi di 2050 dengan berbagai data dan bukti saintifik.  (YouTube/@Najwa Shihab)
Tangkapan layar YouTube. Najwa Shihab menjelaskan efek banjir hingga kelaparan yang akan terjadi di 2050 dengan berbagai data dan bukti saintifik. (YouTube/@Najwa Shihab)

KABAR RAKYATNajwa Shihab mengungkapkan permasalahan banjir hingga kelaparan di 2050 yang akan berimbas terhadap bumi dan manusia.

Najwa Shihab mengimbau agar masyarakat serius mempelajari isu ini untuk meminimalkan risiko yang terjadi di 2050. Selain itu, Najwa Shihab juga menambahkan bahwa kebijakan pemerintah yang berdampak signifikan adalah hal yang dibutuhkan masyarakat.

Sebab jika tidak, persoalan banjir hingga kelaparan ini tidak akan teratasi dan bencana akan terjadi di mana-mana. “2050, permukaan laut naik drastis menyebabkan badai ekstrem,” kata Najwa Shihab yang dikutip Kabar Rakyat dari kanal You Tube Najwa Shihab, pada Jumat, 12 November 2021.

Tuan rumah Mata Najwa tersebut juga membeberkan sejumlah dampak yang ditimbulkan dari badai yang ekstrem. Baca Juga: Kapolri Bantu Wujudkan Mimpi Teuku Tegar Abadi Atlet Lompat Galah Peraih Emas PON XX Papua untuk Jadi Polisi“Kota-kota pesisir tersapu pasang dan banjir menewaskan ribuan dan menggusur jutaan orang,” lanjut Najwa Shihab.

 

Selain itu, ia juga menuturkan beberapa kota terpadat di dunia akan tenggelam. Mulai dari Alexandria, Kairo, Mumbai, Shanghai, Bangkok, dan tentu saja Jakarta. Orang-orang yang terdampak banjir pasti akan mengungsi dan pindah ke tempat-tempat yang lebih tinggi.

Proyeksi Populasi Dunia chane Najwa Shihab (YouTube/@Najwa Shihab)

Tidak cukup sampai di situ, perpindahan dan pergerakan populasi manusia ini akan menyebabkan munculnya penyakit. Setengah dari populasi dunia berisiko terkena malaria atau demam berdarah.

2050, kelaparan merajalela, populasi meningkat sampai 9 miliar jiwa, walau tingkat kesuburan manusia menurun,” kata pembawa acara berdarah Arab tersebut.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X