• Selasa, 7 Desember 2021

Kota Mojokerto Berduka, Ulama Kharismatik KH Rofi'i Ismail Meninggal Dunia

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:03 WIB
Kota Mojokerto Berduka, Ulama Kharismatik KH Rofi'i Ismail Meninggal Dunia (M Yunan Muzaki)
Kota Mojokerto Berduka, Ulama Kharismatik KH Rofi'i Ismail Meninggal Dunia (M Yunan Muzaki)
KABAR RAKYAT, MOJOKERTO- Masyarakat kota Mojokerto Berduka. Salah seorang ulama Kharismatik, KH Rofi'i Ismail meninggal dunia, Jumat 15 Oktober 2021, pukul 00.15 WIB, dini hari. 
 
Kiai Rofi'i merupakan pengasuh pondok pesantren Ashsholichiyah, desa Penarip, Kelurahan Kranggan, kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Pesantren tersebut merupakan pesantren tertua di Kota Mojokerto. 
 
Almarhum Kyai Rofi'i juga menjabat sebagai Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Mojokerto serta Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Mojokerto. 
 
Kyai Rofi'i dimakamkan di komplek pemakaman keluarga yang berada di lingkungan Ponpes Ashsholichiyah sekitar pukul 08.00 WIB. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan beberapa kepala dinas di Pemkot Mojokerto hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum. 
 
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota mengatakan warga Kota Mojokerto sangat kehilangan sosok Kyai panutan warga Kota Mojokerto.
 
"Kami merasa sangat kehilangan sosok Kyai panutan, kader NU panutan rakyat," ujar Ning Ita. 
 
Sementara itu dikatakan keponakan almarhum, Abu Yazid Busthomi, Kyai Rofi'i pada Kamis (14/10) malam dilarikan ke Rumah Sakit Gatoel di Kota Mojokerto karena mengalami muntah darah. 
Wali kota Mojokerto menghadiri pemakaman almarhum Kyai Rofi'i. Suasana duka di kediaman almarhum Kyai Rofi'i (M Yunan Muzakki)
 
Di RS tersebut Kyai Rofi'i menghembuskan napas terakhirnya, Jumat (15/10) pukul 00.15 wib. 
 
"Almarhum punya riwayat menderita sakit kanker paru-paru, sempat menjalani Kemoterapi di RS dr Soetomo di Surabaya," ujar Abu Yazid. 
 
Masih kata Abu Yazid, almarhum dikenal dengan kesederhanaannya. Kepada para santri, almarhum menekankan untuk disiplin mengaji dan salat berjamaah. 
 
"Meskipun santri sibuknya seperti apa, santri harus ikut salat jamaah," imbuh Abu Yazid. 
 
Kyai Rofi'i meninggalkan seorang istri bernama bu Nyai Jauharoh, serta tiga anak dan satu orang cucu.
 
Saat ini jumlah santri yang belajar di pesantren Ashsholichiyah berjumlah 50 santrinyang berasal dari berbagai daerah. 
 
"Kemungkinan posisi pengasuh pesantren akan dijabat oleh anak ketiga Kyai Rofi'i, yakni Gus Acin atau yang punya nama lengkap Muhammad Ilyasin," pungkas Abu Yazid.
 
Selain Ketua MUI Kota Mojokerto, Kyai Rofi'i juga menjadi na Ketua Badan Wakaf Kota Mojokerto, serta pembina Yayasan Darul Qur'an Kota Mojokerto. ***

Editor: Ayu Nida

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X