• Rabu, 27 Oktober 2021

PeduliLindungi Tak Dibutuhkan Jika 3T Indonesia Kuat

- Kamis, 23 September 2021 | 06:57 WIB
Logo Aplikasi PeduliLindungi (Istimewa/Kominfo)
Logo Aplikasi PeduliLindungi (Istimewa/Kominfo)

KABAR RAKYAT - Lahirnya kebijakan baru pemerintah untuk mendeteksi pergerakan masyarakat dalam berbagai ruang publik melalui aplikasi PeduliLindungi yang lahir dari fenomena pandemi Covid-19.

Harapan pemerintah tentunya kehadiran aplikasi PeduliLindungi diterima baik masyarakat sebagai upaya pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19. Semoga tidak timbus diskriminasi, mengingat banyak masalah mendasar yang harus diselesaikan.

Masih beragam masalah yang keluhan masyarakat pada PeduliLindungi, mulai dari aplikasi yang susah diakses, tidak bisa scan barcode, hingga kesalahan data yang tercantum di dalam aplikasi tersebut.

Jika keluhan masyarakat segera diatasi, tidak menutup kemungkinan kebijakan pemerintah memaksimalkan aplikasi PeduliLindungi akan berjalan efektif.

Dirilis Kabar Rakyat melalui, Pikiran Rakyat, bahwa Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, sebelumnya sempat mengkritik aplikasi PeduliLindungi yang menurut dia justru menyulitkan pemerintah. Selain belum efektif karena sistem database belum terintegrasi, cakupan vaksinasinya juga belum 50 persen.

Baca Juga: Lima Pelaku Pemerkosaan Gadis Dibawah Umur Diamankan Polsek Wongsorejo Banyuwangi

Menurut Dicky, masalah utama yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi Covid-19 ada pada 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Dicky mengatakan, jika 3T di Indonesia kuat, tidak perlu adanya aplikasi semacam PeduliLindungi.

Apalagi, jika akses seseorang ke fasilitas publik hanya berpatokan pada vaksinasi. Bukankah vaksinasi tak menjamin 100 persen seseorang aman dari Covid-19 atau tidak menularkannya ke orang lain? Oleh karena itu, Dicky menilai, penerapan aplikasi PeduliLindungi tidak bisa saklek.

Said Fariz Hibban, data analis dari LaporCovid19 bahkan menyebut sejak awal kemunculannya, PeduliLindungi tidak terlihat punya riset yang mumpuni akan kebutuhan masyarakat. PeduliLindungi justru seperti program latah dari Trace Together yang dilakukan Singapura, tanpa mempelajari kesiapan masyarakatnya.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X