• Minggu, 27 November 2022

LDII Dorong Diversifikasi Makanan Pokok untuk Perkuat Ketahanan Pangan

- Kamis, 28 Juli 2022 | 21:42 WIB
LDII Dorong Diversifikasi Makanan Pokok untuk Perkuat Ketahanan Pangan
LDII Dorong Diversifikasi Makanan Pokok untuk Perkuat Ketahanan Pangan

KABAR RAKYAT - Imbas perang Rusia dan Ukraina mendorong naiknya harga pangan dunia terutama gandum. Indonesia yang sebagian besar penduduknya mengkonsumsi mi instan bahkan roti, harus bersiap menerima kenaikan harga makanan yang merakyat itu.

Selain nasi, penduduk Indonesia menggemari mi instan dan roti yang bahan baku utamanya adalah tepung gandum, "Masalah pangan ini harus jadi perhatian kita semua, lahan persawahan untuk padi terus menyusut. Sementara gandum menjadi komoditas yang langka juga mahal akibat perang," pungkas Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso.

Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas pangan harus segera dicari solusinya, "Meskipun padi dan jagung ditanam secara lokal,  namun belum mencapai swasembada. Apalagi gandum yang belum ditanam di Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru Islam, Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah, Arab, Latin dan Artinya

DPP LDII menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu program strategis yang biasa disebut delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Pihaknya telah mendorong warga LDII untuk berinovasi dalam bidang pertanian, baik dengan digitalisasi pertanian maupun diversifikasi pangan.

Salah satu warga LDII, kini bergiat membudidayakan tanaman sorgum, yang menjadi lima makanan pokok dunia selain padi, jagung, gandum, dan barley. Tanaman tersebut dikembangkan oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Anton Kuswoyo. Ia berupaya mendiversifikasi pangan lokal dengan cara membudidayakan tanaman sorgum.

Menurutnya, diversifikasi atau penganekaragaman adalah suatu cara untuk mengadakan lebih dari satu jenis barang/komoditi yang dikonsumsi. “Hal ini sebagai upaya, agar masyarakat tidak tergantung pada satu jenis makanan pokok saja, yakni hanya dari padi,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, latar belakang melakukan diversifikasi pangan adalah mengingat pentingnya ketersediaan pangan bagi setiap orang. “Tanpa pangan yang cukup, semua orang tentu akan sulit untuk mempertahankan hidup dan kehidupan,” ujarnya.

Baca Juga: Pertama kalinya Kiswah Kabah diganti saat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: ldii.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X