56 Tahun Supersemar, Fakta Sejarah yang Perlu Diketahui

- Jumat, 11 Maret 2022 | 10:39 WIB
Supersemar 56 tahun lalu/Pikiran Rakyat.com
Supersemar 56 tahun lalu/Pikiran Rakyat.com

KABAR RAKYAT - 56 tahun yang lalu,tepatnya pada tanggal 11 Maret 1966, menjadi awal peraliihan masa pemerintahan orde lama ke pemerintahan orde baru yang lebih dikenal dengan peristiwa Supersemar.

Supersemar merupakan surat perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno ini ditandatangani pada tahun 1966 lebih tepatnya pada 11 Maret. Instruksinya berisikan Presiden Soeharto adalah Pangkopkamtib (Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban) yang bertugas untuk meredam keamanan yang semakin memburuk kala itu.

Meskipun menjadi awal dari peralihan pemerintahan lama ke pemerintahan baru, namun Supersemar sejatinya adalah surat perintah untuk mengatasi situasi yang disebabkan oleh peristiwa G30S/PKI bukan surat pemindahan kekuasaan.

Baca Juga: Keutamaan dan Amalan di Bulan Sya’ban

Dilansir Kabar Rakyat dari berbagai sumber, perlu diketahui bahwa secarik surat itu yang mengubah peta politik di Indonesia secara drastis kala itu. Atas wewenang yang diberikan oleh Soekarno, Soeharto langsung mengambil alih komando. Saat itu ia langsung membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menangkapi orang-orang yang dicurigai terlibat dalam gerakan 30 September. Termasuk para menteri yang loyal pada Presiden Soekarno.

Namun sebagian kalangan sejarawan mengungkapkan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar, sehingga masih ditelusuri naskah Supersemar yang dikeluarkan oleh Soekarno di Istana Bogor.

Meskipun keberadaan naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret masih belum diketahui, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) punya tiga versi Supersemar.

Baca Juga: PCNU: PSHT dan Pagar Nusa di Banyuwangi Berdamai: Sepakat Seduluran Sampai Anak Putu

Pertama, Supersemar versi Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD tahun 1995. Waktu itu, Jenderal Feisal Tanjung selaku Panglima ABRI (Pangab) memberi satu lembar Surat Perintah Sebelas Maret ke ANRI.

Kedua, Supersemar versi Sekretariat Negara. Surat Perintah Sebelas Maret versi ini merupakan hasil reproduksi dari buku 30 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 3: 1965-1973 yang diterbitkan tahun 1980. Supersemar versi Setneg ada yang satu lembar, ada yang dua lembar.

Ketiga, Supersemar versi Yayasan Akademi Kebangsaan pada 2012. ANRI mendapatkannya dari Ketua Akademi Kebangsaan, Nurinwa Ki S. Hendrowinoto. Dalam buku Supersemar  Cara Soeharto Mendapatkan Kekuasaan (2019).***

 

Editor: Hariyadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kedekatan Kapolres Bondowoso dengan Masyarakat

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:23 WIB

Ngaji Fiqih (Bab Adat Budaya) Wayang Kulit

Kamis, 24 Februari 2022 | 20:06 WIB
X