• Minggu, 27 November 2022

Hari Pahlawan 10 Nopember, Berikut Sejarahnya

- Selasa, 9 November 2021 | 07:36 WIB
Tema Hari Pahlawan tahun 2021/Pikiran Rakyat.com
Tema Hari Pahlawan tahun 2021/Pikiran Rakyat.com

KABAR RAKYAT,Inspirasi - Hari Pahlawan kiranya tidak hanya sekedar diingat pada setiap tanggal 10 November saja, namun lebih dari itu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu

Tema Hari Pahlawan 2021 kali ini adalah 'PAHLAWANKU INSPIRASIKU'. Logo yang digunakan sebagai tema Hari Pahlawan 2021 adalah tangan yang memegang bambu runcing disertai kibaran bendera Indonesia.

Mungkin diantara kita ada yang belum tahu sejarah kenapa tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, untuk itu mari bersama-sama kita pelajari sejarah singkat Hari Pahlawan yang kita peringati setiap 10 November.

Baca Juga: Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Bangun Kawasan Parkir yang Aman - Nyaman

Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan ? Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945.

Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang-orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris.

Baca Juga: Viral, Wajah Abang Penjual Cilok Ini Mirip Artis Al Ghazali, Netizen: Bikin Perasaan Meleleh

Mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. Namun ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945, selama lebih kurang tiga minggu lamanya.

Medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan tercatat sekitar 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Kemensos

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X