• Selasa, 7 Desember 2021

Kesal dengan Rachel Vennya, Nikita Mirzani Ungkap Pengalamaan Saat Karantina

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kesal dengan Rachel Vennya, Nikita Mirzani Ungkap Pengalamaan Saat Karantina (Instagram/rachelvennya, nikitamirzanimawardi_172)
Kesal dengan Rachel Vennya, Nikita Mirzani Ungkap Pengalamaan Saat Karantina (Instagram/rachelvennya, nikitamirzanimawardi_172)
 
KABAR RAKYAT Rachel Vennya yang terbukti bisa kabur dari karantina usai pulang dari luar negeri membuat Nikita Mirzani kesal. Nikita mengaku tidak fair andai kaburnya Rachel Vennya dari karantina tidak mendapatkan hukuman. 
 
Sedangkan Nikita Mirzani merasakan sendiri bagaimana menjalani hari-hari berat saat dikarantina. Menghabiskan banyak uang dan waktu karena semuanya serba dibatasi. 
 
Hal itu diungkapkan Nikita Mirzani di kanal YouTube KH Infotainment yang lansir Kabar Besuki pada Jumat, 22 Oktober 2021. Nikita menjelaskan, Rachel Vennya dengan bisa karantina di wisma atlet sudah menyalahi aturan. 
 
“Karena wisma atlet diperuntukkan untuk TKW, Pelajar dan Pekerja yang ditugaskan sama kantornya lalu bias karantina di wisma atlet. Kalau ada teman-teman selebriti bisa karantina di Wisma Atlet itu salah, gue pernah merasakan saat pulang dari Turki dan gue pilih wisma Atlet tapi tidak diperbolehkan,” tutur Nikita dalam video tersebut yang diunggah 21 Oktober 2021.
 
Nikita menambahkan, petugas lantas memberi  empat nama hotel untuk karantina. Empat nama hotel tersebut harganya sewa kamarnya lumayan mahal. Namun karena tidak mau rebut, juga lantaran capek, Nikita memilih salah satu hotel dan menyewa tiga kamar untuk karantina Nikita dan timnya.
 
Nikita mempertanyakan, ketika Rachel Vennya boleh kabur dari karantina, mestinya yang lain juga bisa kabur. Nikita menceritakan pengalamannya saat dikarantina di hotel. Menurutnya mirip dipenjara. Bedanya penjaranya di hotel masih bisa bawa handphone, tetapi tetap tidak bisa kemana-mana.
 
“Dia (Rachel Vennya, red) bisa kabur, mestinya yang lain juga boleh kabur dong. Ngapain gue saat itu ikut karantina, sudah buang duit, buang waktu, buang tenaga, di dalam juga enggak bisa ngapa-ngapain, makanan juga enggak enak, fasilitas enggak bagus, benar-benar dikurung di dalam kamar,” cerita Nikita.
 
“Lift semua mati enggak bisa naik enggak bisa turun, pokoknya semua jalan ke bawah itu semua ditutup, jadi kayak penjara, cuma penjaranya ini beda di hotel di kamar bisa main handphone,” timpal Nikita lagi.
 
Nikita menganalisa, untuk kasus Rachel Vennya yang bisa kabur dari karantina, berarti melibatkan banyak orang yang membantu. Nikita menyebut untuk bias kabur dari karantina harus melewati setidaknya empat steb.
 
“Karena porsesnya untuk keluar steb by steb nya banyak, kalau enggak salah ada 4 steb. Berarti kan yang ngebantu bukan satu atau dua orang, dan yang ngebantu pasti bukan orang biasa, karena kalau orang biasa enggak mungkin bisa lolos dua kali,” kata Nikita lagi.
 
Nikita menyebut Rachel Vennya dua kali lolos karantina. Pertama ketikia pulang dari Dubai, dan pulang dari Amerika Serikat. Kalau sudah dua kali, kata Nikita, dan tidak ditindak dengan baik dan benar oleh kepolisan, Nikita berkesimpulan semuanya tidak boleh karantina
 
“Karena enggak akan jadi fair. Kebetulan minggu depan gue harus berangkat ke Swiss, nanti pas sampai di Jakarta gue orang yang satu-satunya akan bersuara bahwa gue enggak mau dikarantina sampai Rachel Vennya diadili,” tegas Nikita.
 
Nikita merasakan kesal dengan tindakan Rachel Vennya yang seenaknya melanggar aturan. Padahal dia mengaku sudah mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak untuk karantina di hotel.
 
“Kesel banget, tahu gitu kan gue enggak usah karantina, gue karantina mahal lho, dan itu gue buka tiga kamar, Rp47 juta satu kamar, gue maunya Rachel dipenjara, karena dia sudah dua kali,” pungkas Nikita.***

Editor: Ayu Nida

Sumber: YouTube KH Infotainment

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X