• Selasa, 30 November 2021

Klarifikasi Atlet Paramotor Asal Bondowoso Raih Perak di PON XX Papua

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:43 WIB
Wahyudi Widodo
Wahyudi Widodo
 
KABAR RAKYAT, BONDOWOSO - Seorang atlet Paramotor asal Kabupaten Bondowoso, Wahyudi Widodo berhasil meraih medali perak dalam ekshibisi Paramotor di PON (Pekan Olahraga Nasional) XX Papua yang berlangsung di Lanud J. A. Dimara Merauke.
 
Ia dalam ajang tersebut bertanding sebagai delegasi Provinsi Sulteng (Sulawesi Tengah). Tampilnya Pak Wah (sapaan akrabnya) membela Sulteng tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan. 
 
Ia menjelaskan, bahwa paramotor di PON XX Papua masuk ekshibisi, dan pertama kali dipertandingkan sebelum dipertandingkan resmi dalam PON Aceh 2024 mendatang.
 
 
"Kalaupun saya ini dapat perak, belum masuk diperolehan medali kontingen daerah itu (Sulteng)," katanya saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu (20/10/2021). 
 
Ia kemudian menceritakan, setelah meraih medali perak ada yang menyebut dirinya pengkhianat karena mewakili Sulteng.
 
"Saya dikatakan tidak membela Jatim, ini yang perlu saya luruskan," Ujarnya. 
 
Pihaknya pun menjelaskan perjalanannya hingga membela Sulteng. Menurutnya, kuota untuk setiap Provinsi dalam ekshibisi paramotor PON XX Papua hanya dua atlet.
 
 
"Jawa Timur itu berarti hanya dua. Jatim itu kan gudangnya atlet, banyak. Paralayang, paramotor dan lainnya itu banyak," jelasnya.
 
Sementara di Jawa Timur, Ia di peringkat kelima, dan yang diutus ke PON adalah peringkat satu dan dua. Peringkat itu berdasarkan poin yang diperoleh dalam kejuaraan nasional. Kemudian diakumulasi dan diranking. 
 
Sementara Pak Wah pernah tidak ikut kejuaraan yang di Banten, sehingga mengurangi poinnya. 
 
"Peringkat satu dan dua ini pelatih saya. Yang ketiga orang Malang tetapi diambil Papua. Keempat dan saya di posisi kelima diminta Sulawesi Tengah," jelasnya.
 
 
Menurutnya, keberangkatannya sebagai perwakilan Sulteng sudah dipertimbangkan dan bukan tanpa alasan. 
 
"Saya mau memotivasi atlet muda di sini (Bondowoso)," jelasnya.
 
Kedua, tawaran untuk mewakili Sulteng merupakan kesempatan emas bagi Pak Wah untuk bisa tampil di PON XX Papua.
 
"Kalau saya tidak 'membelot', dalam tanda kutip ya. Mungkin selamanya saya tidak bisa tampil di PON. Karena saya masuk cadangan di Jatim," paparnya.
 
 
Menurutnya, keikutsertaan dalam ekshibisi paramotor tersebut juga untuk menambah pengalaman dan jam terbang. Ia mengamini penawaran Sulteng juga karena merasa memiliki ikatan batin, dan mengunakan alamat Sulteng. 
 
"Itu daerah yang dulu saya tempati ketika saya selamat dari bencana gempa Palu itu . Alamatnya di Donggala situ" jelasnya.
 
Menurutnya, dia juga mendapatkan rekomendasi secara resmi dari pengurus Paramotor Jatim.
 
 "Saya juga pamit baik-baik dan minta doa restu ke KONI Bondowoso," imbuhnya.
 
 
Informasi dihimpun, total empat kategori yang dipertandingkan. Masing-masing presisi, ekonomi, navigasi dan over all dengan total 12 medali. Total ada 28 atlet dari 14 provinsi mengikuti ekshibisi paramotor PON XX Papua 2021 tersebut. Salah satu atlet Paramotor asal Bondowoso meraih medali perak di kategori ekonomi. ***

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X