• Kamis, 1 Desember 2022

Pengusaha Bisnis Properti di ASANU, Minta Pemerintah Perkuat BTN Syariah: Berikut Alasannya

- Kamis, 26 Mei 2022 | 13:29 WIB
Foto Insert. Wildan Sungkar, Ketua Umum ASANU (Asosiasi Santri Pengusaha Perumahan Nusantara). Background, ilustrasi bangunan properti. (Ist/Pixabay/Canva)
Foto Insert. Wildan Sungkar, Ketua Umum ASANU (Asosiasi Santri Pengusaha Perumahan Nusantara). Background, ilustrasi bangunan properti. (Ist/Pixabay/Canva)

KABAR RAKYAT - Pengusaha bisnis properti di ASANU atau Asosiasi Santri Pengusaha Perumahan Nusantara meminta pemerintah perkuat BTN Syariah, sebagai bank yang konsisten pembiayaan proyek properti dan perumahan di Indonesia.

Ketua Umum ASANU, Wildan Sungkar menyampaikan bahwa spesifikasi ini diharapkan memperkuat kinerja dan ekosistem eknomi syariah di tanah air.

BTN Syariah sebaiknya tidak gabung menjadi satu holding dengan Bank Syariah Indonesia agar kinerjanya makin fokus, sehingga dapat membantu para pengusaha perumahan Nasional,” tegasnya di Jakarta, baru ini.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, lanjut Wildan, menunjukkan jumlah backlog kepemilikan perumahan masih sangat tinggi yaitu mencapai 12,75 juta.

Baca Juga: Ngak Hanya Produksi Smartphone, Realme Luncurkan Smart TV Stick, Ubah Televisi Biasa Menjadi Smart TV

Angka dari Susenas tersebut belum termasuk pertumbuhan keluarga baru sekitar 700.000 hingga 800.000 per tahun. Adanya perbankan syariah yang memfokuskan diri pada pembiayaan perumahan, diharapkan bisa semakin mempercepat pemenuhan kekurangan perumahan rakyat.

“Hadirnya bank syariah yang fokus di perumahan akan memberi pilihan masyarakat muslim membiayai KPR (kredit kepemilikan rumah), apartemen dan produk properti lain secara syariah,” ujarnya.

Dikatakan Wildan, pemerintah telah membangun ekosistem ekonomi syariah dengan berbagai terobosan. Pada tahun 2021, misalnya, pemerintah telah merger tiga bank syariah bernama Bank Syariah Indonesia dengan modal aset sebesar Rp214,6 triliun dan modal inti Rp20,4 triliun.

Pemerintah memperbanyak pendirian Bank Wakaf Mikro, Baitul Mal Wa Tamwil, Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan Koperasi Syariah.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X