• Kamis, 7 Juli 2022

Kerajinan Tenun Songket Lamongan, Khofifah: Layak Go Internasional

- Minggu, 6 Maret 2022 | 07:58 WIB
Butik kain soket di Kabupaten Lamongan Jawa Timur (Humas Prov Jatim for Kabar Rakyat)
Butik kain soket di Kabupaten Lamongan Jawa Timur (Humas Prov Jatim for Kabar Rakyat)

KABAR RAKYAT - Tiga desa kembali diusulkan Pemprov Jawa Timur menjadi Desa Devisa. Satu program diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerja di Kabupatenm Lamongan, kemarin, 5 Maret 2022.

Tiga daerah, Desa Devisa di Kabupaten Lamongan diusulkan ke LPEI, sebut Gubernur Khofifah, antara lain Desa Parengan, Desa Maduran, Desa Lamongan. Yang memiliki pengrajin produk unggulan berupa tenun ikat dan kain songket.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus HIPMI, Bupati Salwa Harapkan Bisa Fasilitas UMKM di Bondowoso

"Lamongan ini punya tenun ikat yang sentranya ada di desa Parengan yang memang diproduksi oleh penduduk desa ini," kata Gubernur Khofifah usai mengunjungi Butik Kerajinan Tenun Songket Ikat Paradilan di Desa Parengan, Maduran Lamongan, Sabtu (5/3) siang.

Sebagai informasi, Tenun Ikat ini berasal dari Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Kerajinan tersebut dikenal masyarakat dengan nama tenun ikat Parengan.

Tenun Ikat Parengan ini dibuat langsung di sentra industri yang bernama Paradila. Selain tenun ikat, Butik Paradila ini juga menyediakan tenun ikat doby, tenun ikat doby tiker, songket sido, songket payet, songket ancak, dan tenun ikat spesial.

Butik Paradila telah berdiri sejak 1989 dan menaungi warga Desa Parengan dan sekitarnya untuk menjaga kelestarian tenun ikat di Lamongan.

Baca Juga: Xiaomi Mi Band 7 Diprediksi Bakal Luncurkan Layar yang Lebih Besar dan Selalu Aktif

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Pemprov Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X