• Jumat, 27 Mei 2022

Muslim Fashion 'Embracing Jakarta Muslim Fashion Week', Mendag: Indonesia Jadi Pusat Busana Muslim Dunia

- Jumat, 12 November 2021 | 18:50 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ (Kemendag for KabarRakyat.id)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ (Kemendag for KabarRakyat.id)

KABAR RAKYAT, JAKARTA - Pagelaran muslim fashion diberi nama, ‘Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’jadi penanda posisi Indonesia sebagai pusat busana muslim di dunia. Terbukti, industri busana muslim Indonesia menunjukan tanda pertumbuhan pesat sebagai pemain besar di pasar global.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’, baru ini Kamis, 11 November 2021 digelar secara hibrid. Hadir dalam keterangan pers, perwakilan KADIN Indonesia juga Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Nasional Anne Patricia Sutanto.

Gelaran akbar muslim fashion di Jakarta diselenggarakan pada 18 November 2021 di Aquatic Gelora Bung Karno Jakarta.

“Kami ingin bersama-sama memotret kekuatan pasar busana muslim Indonesia agar dapat diekstensifkan menjadi pilar ekonomi Indonesia di masa depan. Tugas Kementerian Perdagangan adalah sebagai agregator semua pemangku kepentingan untuk menciptakan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia,” kata Mendag Lutfi.

Baca Juga: Dibuka Salawat Dan Santunan Yatim, Puan Borong Olahan Laut UMKM Banyuwangi

Kemendag, sebut Mendag Lutfi, memiliki tugas untuk menyatukan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, industri, akademisi, asosiasi, hingga desainer agar dapat berkolaborasi untuk mengukuhkan kekuatan pasar busana muslim Indonesia.

Urgensi membangun ekosistem industri busana muslim lokal, jelas Mendag Lutfi, adalah mendukung pelaku usaha busana muslim Indonesia, yang sekitar 90 persennya merupakan usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mendapatkan daya tawar yang lebih baik di pasar global.

“UKM sulit bersaing di pasar internasional jika berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, kami ingin mengumpulkan semua pemangku kepentingan dalam satu naungan ekosistem, sehingga Indonesia memiliki daya tawar yang lebih baik dalam hal ekspor,” ungkap Mendag Lutfi.

The State of Global Islamic Economic menyatakan, konsumsi industri busana muslim di Indonesia mencapai USD 21 miliar dan pertumbuhan rata-rata 18,2 persen per tahun. Hal ini menjadikan pasar busana muslim Indonesia sebagai yang terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X