Pentingnya Peningkatan Branding dan Marketing Kentang Organik Jatim, Begini Kata Wagub Emil

- Jumat, 12 November 2021 | 05:18 WIB
Kentang organik produksi pertanian di Kabupaten Pasuruan jadi pertahian Wakil Gubernur Jawa Timur (Humprov Jatim for KabarRakyat.id)
Kentang organik produksi pertanian di Kabupaten Pasuruan jadi pertahian Wakil Gubernur Jawa Timur (Humprov Jatim for KabarRakyat.id)

KABAR RAKYAT, PASURUAN - Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mendorong adanya peningkatan branding dan marketing kentang organik asal Jatim, terutama di Kab. Pasuruan. Upaya itu dapat menjadi salah satu usaha menaikkan nilai jual produk yang sudah ada.

"Potensi holtikultura di Pasuruan ini sangat besar. Tapi tantangannya adalah memperkenalkan ke wilayah di luar sana. Jadi memang harus ada branding dan edukasi bagaimana proses marketing berlangsung untuk meningkatkan nilai jual yang ada," ujar Wagub Emil saat menghadiri Panen Raya Kentang Organik di Desa Pusung Malang, Lereng Gunung Bromo, Kecamatan Puspo, Kab. Pasuruan, Kamis (11/11).

Lebih lanjut, Wagub Emil mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mempromosikan kentang lokal dengan nama yang berbeda seperti yang direkomendasikan oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf.

"Jadi Gus Irsyad tadi sudah lapor kalau beliau ini mengajukan pemberian nama untuk kentang Pasuruan ini, yakni Kentang Tombro atau Kentang Tosari-Bromo. Ini unik dan bisa dijadikan branding baru agar orang-orang tertarik dengan kentang di sini," terangnya.

Baca Juga: Ngaku Jadi Korban Penipuan Modus Arisan Online, Para Ibu Rumah Tangga Lapor ke Polresta Banyuwangi

Selain itu, Wagub Emil menganjurkan adanya peningkatan produksi dan produktivitas buah, sayuran, tanaman obat dan florikultura, serta pengembangan diversifikasi pangan lokal dengan stabilisasi pasokan komoditas hortikultura, pengembangan _Smart Farming_ dan pemanfaatan _Screen House_.

"Lebih bagus lagi kalau ada pengembangan korporasi
petani dan digitalisasi sistem informasi hortikultura untuk meningkatkan volume ekspor, menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk produk olahan hasil UMKM Hortikultura, serta menambah akses pasar," lanjutnya.

Meski begitu, mantan Bupati Trenggalek tersebut mengaku bahwa akan ada tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat untuk melakukan branding dan marketing yang sesuai dengan kebutuhan jaman. Maka dari itu, harus ada intervensi dari pemerintah untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Ngaku Jadi Korban Penipuan Modus Arisan Online, Para Ibu Rumah Tangga Lapor ke Polresta Banyuwangi

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X