Pemkot Probolingo Jadikan Pasantren Penggerak Ekonomi Mikro Perkotaan

- Selasa, 2 November 2021 | 15:08 WIB
Walikota Probolinggo Hadi Zaenal Abidin saat memberikan motivasi peserta OPOP .
Walikota Probolinggo Hadi Zaenal Abidin saat memberikan motivasi peserta OPOP .

KABAR RAKYAT -  Pemerintah Kota Probolinggo dibawah kepemimpinan Habib Hadi Zaenal Abiddin sepertinya ingin meralisasikan janji politik saat mencalonkan diri sebagai walikota. Salah satunya, penguatan ekonomi perkotaan melalui pondok pesantren. Perhatian serius itu di- implementasi dalam program One Pesantren One Product (OPOP).

Pondok pesantren yang belasan jumlahnya di wilayah Kota Probolinggo menjadi basic orientasi pengembangan kewirausahaan. Paradigma yang baru ini dicoba didorong oleh Walikota Probolinggo dalam mendorong pertumbungan ekonomi mirkro selain sektor industri yang sudah ada.

Pondok pesantren tidak lagi pusat keilmuan. Seusai perkembangan zaman,  Ponpes  memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat produktifitas dan inovasi ekonomi mikro perkotaan. Tak cukup modal usaha, peningakatan kapasitas pelaku sektor ini pun mendapat pelatihan manajemen. Salah satunya membuat pelatihan seperti yang dilakukan DKUPP Pemkot Probolinggo.

Sesuai dengan prioritas Gubernur Jawa Timur.dalam bentuk “Jatim Kerja” bahwa pemerintah daerah di Jawa Timur, wajib mengembangkan produk UMKM di pondok pesantren sebagai upaya menciptakan wirausaha baru santripreneur dalam produk unggulan Jawa Timur, sesuai Pergub Jatim 62/2020 tentang One Pesantren One Product (OPOP).

“Kita mencoba mengangkat potensi yang ada di pondok pesantren dalam hal berwirausahaan. Sehingga santri-santri di sana, keluar dari pondok, mereka sudah punya skill bisa menjadi wirausaha baru,” jelas Kepala DKUPP Fitriawati usai pembukaan pelatihan UMKM Pesantren.(2/11/2021).

Program OPOP diungkapkan oleh Fitri, potensi santri bisa dikembangan menjadi pelaku usaha mikro yang aktif. Melalui inovasi produk yang dihasilkan one pesantren one product diharapkan akan mematik pertumbungan ekonomi di sekitarnya.

“Pemerintah akan hadir untuk memfasilitasi kewirausahaan para santri melalui pendampingan manajemen dan pemasaran produk  termasuk membentuk koperasi yang padat modal.  Diharapkan program OPOP menjadi kekuatan ekonomi baru di Kota Probolinggo,” terang Fitri.

Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, cukup paham dan tahu persis Ponpes jarang tersentuh program pemerintah bahkan tidak pernah. “Terkait dengan adanya one pesantren one produk, itu suatu langkah yang luar biasa. Karena memang pesantren itu tidak pernah tersentuh oleh program-program (pemerintah),” katanya.

Walikota Probolinggo sejak awal kepimpinan mendorong partispasi Ponpes ditingkatkan tidak melulu ilmu agama. Tapi mampu dikembangan menjadi model kewirausahaan sehingga ketika santri lulus mampu mandiri secara ekonomi.

Halaman:

Editor: Richard De Mas Nre

Tags

Terkini

Jember Juara Umum APKASI Otonom Expo 2021 di Bogor

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:27 WIB
X