• Sabtu, 4 Desember 2021

Proyeksi 2030, Niaga Elektronik Kuasai Ekonomi Digital di Indonesia, Segini Kontribusinya

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 00:08 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Ist/Mendag)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Ist/Mendag)

KABAR RAKYAT, JAKARTA - Akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia makin cepat. Proyeksi 2030, ekonomi digital akan kontribusi hingga ribuan triliun rupiah.  

Maka itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi Dalam diskusi ekonomi virtual Gambir Trade Talk ke-3, tema ‘Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia’, baru ini (12/10).

Mendag Lutfi mengingatkan tentang potensi besar ekonomi digital di Indonesia. Pasalnya tercatat lebih dari 197 juta penduduk aktif internet. Tercatat pada gross merchandise value (GMV), potensi ekonomi digital Indonesia jauh melebihi negara di ASEAN.

Pada 2020 lalu, ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi 4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Proyeksi 2030 mendatang, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh delapan kali lipat.

Baca Juga: Pelaku Jual Data Pengguna Pinjol Ditangkap Polda Metro Jaya 'Dua Orang Jadi Tersangka'

“Niaga elektronik (E-commerce) diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia pada 2030 dengan kontribusi mencapai Rp1.908 triliun atau sekitar 33 persen. Kontribusi Ekonomi digital Indonesia akan bersumber dari business to business, termasuk rantai nilai dan logistik, Rp763 triliun atau 13 persen; online travel Rp575 triliun atau 10 persen; dan corporate services Rp529 triliun atau 9 persen,” ungkap Mendag Lutfi.

Transformasi dan akselerasi ekonomi digital Indonesia, kata Mendag Lutfi, pemerintah sedang mempersiapkan cetak biru yang berfokus pada tiga hal.

Antara lain; Pertama, peningakatan jumlah talenta digital. Kedua, akselerasi investasi infrastruktur hingga pelosok Nusantara agar tidak ada kesenjangan digital. Ketiga, pastikan regulasi dan kebijakan terkait ekonomi digital Indonesia bersifat adaptif, proaktif, dan kolaboratif, selain fasilitasi inovasi dan ciptakan lingkungan bisnis adil dan inklusif.

Baca Juga: Baim Wong Akhirnya Meminta Maaf Kepada Kakek Suhud, Bahkan Berniat Akan Menemuinya

Acara Gambir Trade Talk ke-3 diadakan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kemendag. Bertujuan memperoleh gambaran serta pahami arah pengembangan transformasi digital Indonesia dari perspektif pemerintah, pelaku usaha, dan investor.

Hadir, sebagai narasumber Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan; Wakil Kepala Badan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital, Kadin Indonesia.

Juga, Pandu Adi Laras; Anggota Komite Perdagangan Komoditi Digital Kadin dan Founder TaniHub, Pamitra Wineka; Co-Founder & Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca; dan Partner, President Commissioner A.T. Kearney, Alessandro Gazzini. Diskusi dimoderatori oleh ekonom the World Bank Group, Maria Monica Wihardja.

Baca Juga: Pecah Rekor, 'Squid Game' Jadi Serial Film Terbanyak di Netflix dengan 111 Juta Penonton Streaming

Kepala BPPP Kemendag Kasan menyampaikan, "transformasi dan adaptasi teknologi digital adalah hal yang mutlak dan tidak dapat dihindari.Ini harus diakselerasi dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan inklusitivitas bagi semua lapisan".

Co-Founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menyampaikan, pandemi Covid-19 memberi tekanan yang luar biasa pada hampir seluruh aspek perekonomian, namun juga membuka peluang luar biasa usaha yang dapat memanfaatkan fenomena digitalisasi.***

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jember Juara Umum APKASI Otonom Expo 2021 di Bogor

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:27 WIB
X