• Jumat, 22 Oktober 2021

Proyeksi 2030, Niaga Elektronik Kuasai Ekonomi Digital di Indonesia, Segini Kontribusinya

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 00:08 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Ist/Mendag)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Ist/Mendag)

KABAR RAKYAT, JAKARTA - Akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia makin cepat. Proyeksi 2030, ekonomi digital akan kontribusi hingga ribuan triliun rupiah.  

Maka itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi Dalam diskusi ekonomi virtual Gambir Trade Talk ke-3, tema ‘Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia’, baru ini (12/10).

Mendag Lutfi mengingatkan tentang potensi besar ekonomi digital di Indonesia. Pasalnya tercatat lebih dari 197 juta penduduk aktif internet. Tercatat pada gross merchandise value (GMV), potensi ekonomi digital Indonesia jauh melebihi negara di ASEAN.

Pada 2020 lalu, ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi 4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Proyeksi 2030 mendatang, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh delapan kali lipat.

Baca Juga: Pelaku Jual Data Pengguna Pinjol Ditangkap Polda Metro Jaya 'Dua Orang Jadi Tersangka'

“Niaga elektronik (E-commerce) diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia pada 2030 dengan kontribusi mencapai Rp1.908 triliun atau sekitar 33 persen. Kontribusi Ekonomi digital Indonesia akan bersumber dari business to business, termasuk rantai nilai dan logistik, Rp763 triliun atau 13 persen; online travel Rp575 triliun atau 10 persen; dan corporate services Rp529 triliun atau 9 persen,” ungkap Mendag Lutfi.

Transformasi dan akselerasi ekonomi digital Indonesia, kata Mendag Lutfi, pemerintah sedang mempersiapkan cetak biru yang berfokus pada tiga hal.

Antara lain; Pertama, peningakatan jumlah talenta digital. Kedua, akselerasi investasi infrastruktur hingga pelosok Nusantara agar tidak ada kesenjangan digital. Ketiga, pastikan regulasi dan kebijakan terkait ekonomi digital Indonesia bersifat adaptif, proaktif, dan kolaboratif, selain fasilitasi inovasi dan ciptakan lingkungan bisnis adil dan inklusif.

Baca Juga: Baim Wong Akhirnya Meminta Maaf Kepada Kakek Suhud, Bahkan Berniat Akan Menemuinya

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibu-Ibu Berkebaya Kenalkan Produksi UKM Jember

Senin, 18 Oktober 2021 | 05:42 WIB

Harga Cabe di Trenggalek Anjlok

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Berbagai Kejutan Promo 10.10, Ini Penawarannya

Rabu, 29 September 2021 | 13:39 WIB
X